Tampilkan postingan dengan label kaya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kaya. Tampilkan semua postingan

Sembilan kelakuan ajaib Warren Buffett

Sumber: Kontan.Co.Id
Mari mengenal sang investor jenius. Ada banyak fakta unik tentang orang terkaya nomor tiga dunia ini, namun KONTAN pilihkan sembilan hal yang paling menarik dari kehidupannya:






Warren Buffet


1 . Buffet tinggal di rumah yang sama selama setengah abad

Rumah yang terletak di Omaha itu ia beli sebagai tempat tinggalnya bersama Susie. Terdiri dari 10 kamar, lima kamar tidur, dengan luas kurang dari 0,75 ekar dekat dengan kantornya. Tahun lalu, rumah itu ditaksir bernilai US$ 727.600.

2. Ia mewariskan 85% kekayaannya untuk amal, bukan untuk anak-anaknya

Pada Juni 2006, Buffett mengumumkan rencananya untuk menyumbang 85% kekayaannya untuk amal. Sebagian besar dana akan mengalir ke Bill & Melinda Gates Foundation dan sisanya ke yayasan-yayasan sosial milik keluarganya.

“Tak ada alasan kenapa generasi mendatang Buffett kecil harus memimpin masyarakat hanya karena mereka lahir dari rahim yang tepat. Di mana letak keadilannya?

Pada Juni 2012, Buffett bersama Gates menggelar kampanye bernama The Giving Pledge. Mereka membujuk orang-orang kaya Amerika Serikat untuk mendonasikan sedikitnya separuh kekayaan mereka untuk kegiatan amal, setelah mereka mati atau sepanjang usia mereka. Sebanyak 40 orang kaya telah meneken surat yang menyatakan akan melakukan komitmen itu.

3. Buffett punya kisah cinta unik

Ia menikah dengan istri pertamanya, Susan, selama 52 tahun. Mereka tetap menikah dari tahun 1952 sampai dengan Susan meninggal akibat kanker mulut di tahun 2004. Pernikahannya sempat tidak berjalan mulus karena Buffett sangat sibuk dan tak punya banyak waktu mengurusi rumah tangganya.

Pada tahun 1970-an, Buffett terlibat hubungan asmara dengan Katherine Graham, pemegang saham pengendali koran The Washington Post. Walau Susan merasa dipermalukan, ia akhirnya menyurati Graham dan mengizinkannya mengencani Buffett.

Tahun 1978, ketika anak-anak mereka sudah besar, Susan pindah ke San Fransisco dan menetap di sana sendirian. Karena ia tahu Buffett butuh seseorang untuk mengurusnya, Susan mengenalkannya pada seorang pramusaji restoran di Omaha bernama Astrid Menks. Menks tinggal bersama Buffett selama 27 tahun sampai akhirnya mereka menikah di 2004 setelah Susan meninggal.

Meskipun mereka hidup terpisah, Buffett tak pernah menceraikan Susan. Mereka juga sering berbicara lewat telepon dan kadang menghadiri acara-acara bersama. Buffett kelak mengakui bahwa membiarkan Susie pergi adalah kesalahan terbesar dalam hidupnya. Buffett berada di sisi Susan ketika ia meninggal.


4. Buffett punya ikatan seumur hidup dengan Washington Post.

Buffett memulainya sejak SMA. Bekerja sebagai loper koran, ia mengantarkan hampir 500.000 kopi surat kabar Washington Post di Omaha.

Ketika ia makin dewasa, kekaguman dan kesetiaannya pada surat kabar itu makin tumbuh. Pada usia 46 tahun, ia malah berhubungan asmara dengan Katherine Graham, pengelola The Post yang berusia 59 tahun. Graham memperkenalkan Buffett ke pergaulan New York, sementara Buffett mengajari Graham carra berbisnis.

Pada tahun 1974, Buffett masuk dalam Dewan Direktur Washington Post dan terus di sana hingga 37 tahun kemudian. Meski ia baru-baru ini mundur, cinta Buffett pada produk, perusahaan, dan manajemen koran tersebut tak diragukan lagi. Berkshire Hathaway merupakan pemegang saham terbesar Washington Post.

5. Buffett baru-baru ini mempekerjakan sesorang yang rela membayar jutaan dollar – sampai dua kali – hanya untuk makan siang bersamanya

Apakah Anda berpikir US$ 5,25 juta terlalu mahal hanya untuk makan siang dengan sang miliuner?

Tidak bagi Ted Weschler, managing partner hedge fund Peninsula Capital Advisors. Ia sampai dua kali memenangkan lelang amal yang diselenggarakn eBay dan membayar uang itu demi bertemu Buffett.

Ternyata upaya tersebut mendaratkan Weschler ke impiannya bekerja di Berkshire Hathaway. Buffett mengumumkan pada September 2011 bahwa Weschler bergabung dengan perusahaannya untuk mengelola investasi. Tak hanya itu, Weshcler pun menjadi salah satu orang kepercayaan Buffett.

6. Buffett bermain bridge online setidaknya empat kali seminggu

Buffett terobesi pada bridge. Ia ikut bertanding pada turnamen bridge online selama bertahun-tahun bersama rekannya Bill Gates. Buffett memakai nama T-Bone dan Gate menyamar dengan nama Chalengr.

Bahkan, rekan bridge Buffett sekaligus sahabatnya, Sharon Osberg, adalah orang yang mengajarinya menggunakan komputer (pekerjaan yang bahkan Bill Gates pun tak sanggup). Osberg, pemenang turnamen bridge dunia dan mantan eksekutif Wells Fargo, telah menemani Buffett bermain bridge selama 20 tahun,

Buffett, Gates dan Osberg mendanai program pelatihan bridge di SMP-SMP. Buffett meyakini, bridge dapat membantu mengajari anak matematika, berpikir logis, dan bagaimana bekerja sama dengan orang lain.

7. Buffett sangat loyal pada merek tertentu

Saking loyalnya, di kehidupan sehari-harinya pun ia tak lepas dari produk-produk itu. Ia bisa minum lima kaleng Cherry Coke setiap hari.

8. Buffett tidak menyukai produk derivatif dan emas

Buffett dan juga partnernya Charlie Munger tak pernah berinvestasi dalam emas. Mereka sepakat emas adalah aset nonproduktif, sedangkan Berkshire lebih memilih berinvestasi pada aset produktif yang bisa menghasilkan sesuatu. Munger bahkan pernah berkata, “Orang beradab tidak membeli emas.” Buffett sendiri berkata begini, “Ketika kami mengambil alih Berkshire, harga sahamnya US$ 15 dan emas waktu itu dijual US$ 20 per ons. Sekarang emas US$ 1.600 dan Berkshire US$ 120.000. Atau Anda bisa mengambil contoh lebih luas. Jika Anda membeli emas sekarang dan Anda menyimpannya sampai 100 tahun ke depan, Anda bisa menatapnya dan menimangnya setiap hari, dan 100 tahun dari sekarang emas itu akan tetap 1 ons. Ia tak bisa melakukan sesuatu untuk Anda dalam selang waktu itu. Anda membeli 100 ekar lahan pertanian, lahan itu bakal mengasilkan setiap tahun. Anda lalu bisa membeli lebih banyak lahan, dan 100 tahun lagi Anda tetap punya 100 ekar lahan. Anda bisa membeli indeks Dow Jones seharga US$ 66 di awal tahun 1900 ketika harga emas US$ 20. Di akhir abad ini, Dow Jones sudah 11.400 dan Anda juga masih mendapat dividen selama 100 tahun. Jadi aset produktif yang baik akan membunuh aset nonproduktif.”

Selain itu, pada suratnya tahun 2002, Warren Buffet menyebut derivatif sebagai senjata penghancur finansial alias Weapon of Financial Destruction. Pada kuartal kedua 2012, ia merugi US$ 700 juta pada produk derivatif saham.

9. Buffett menjauhi saham teknologi

Buffett jelas bukan seorang tech geek. Di tengah booming saham internet tahun 1998, ia berkata kepada pemegang saham Berkshire, “Teknologi itu hanya sesuatu yang tak kami mengerti, jadi kami tidak berinvestasi di sana.”

Tapi ada satu hal yang bisa membujuk Buffett melirik saham teknologi. Ini juga yang mendorongnya membeli saham IBM tahun lalu dan menjadi saham teknologi pertama dalam portofolionya. Apakah Buffett sudah keluar dari zona nyamannya? Tidak juga, tapi semata karena saham itu murah. “IBM cocok dengan semua prinsip saya, saham yang ingin kami miliki selamanya,”

10. Buffett ahli bermain ukulele

Buffett sangat menguasai alat musik berbentuk menyerupai gitar mini itu. Ia sering didaulat tampil di sejumlah acara. Tak percaya? Saksikan duetnya bersama rocker Jon Bon Jovi dalam video di bawah ini:

Kompas : Siapapun Bisa Menjadi Kaya



KOMPAS.com - Pembaca Kompas.com yang bijak, Lebaran baru saja berlalu, pengeluaran uang dalam jumlah yang besar telah dilakukan. Setelah Lebaran usai, kini saatnya anda melakukan akumulasi kekayaan dengan tujuan agar pertumbuhan aset maksimal atau dengan bahasa sederhana kita membuat diri kita menjadi kaya! Anda mau?

 Nah artikel berikut ini merupakan salah satu cara yang dapat anda lakukan agar bisa menjadi lebih kaya secara finansial. Paparan ini jika dilakukan dengan disiplin akan membuat diri anda berpotensi besar menjadi kaya. Ini berlaku bagi siapa saja tanpa memandang besarnya penghasilan perbulannya.

Sekali lagi yang terpenting anda mampu untuk melakukannya secara disiplin terhadap penghasilan anda setiap bulannya, jika tidak disiplin maka dapat dipastikan paparan ini tidak ada manfaatnya bagi pertumbuhan aset anda. Namun bagi anda yang mampu untuk disiplin secara konsisten maka potensi peningkatan aset keuangan anda sangat besar, marilah kita mulai secara bertahap.

Tahap 1 – Difinisi Kaya
Setiap orang memiliki difinisi yang berbeda terhadap ‘Kaya’, namun kami membatasinya dalam memandang kekayaan secara finansial saja, jadi di luar itu kami tidak membahasnya. Bagaimana dengan aset non finansial seperti kendaraan, rumah dan barang-barang lain?, untuk hal itu dipersilahkan untuk melakukan konversi teradap aset non finansial menjadi aset finansial (lakukan valuasi aset tersebut menjadi harga pasar wajar).

Baiklah, kita kembali kepada difinisi kaya: Kaya adalah suatu hasil pertumbuhan dari investasi yang telah dilakukan dan pertumbuhannya berhasil melampaui inflasi dari suatu negara di mana sang investor tersebut menetap.
Jadi berdasarkan penjelasan diatas maka seseorang tidak akan bertambah kaya jika dia:
• Tidak melakukan investasi;
• Melakukan investasi tetapi pertumbuhan hasilnya dibawah inflasi.


Marilah kita melakukan introspeksi secara objektif atas diri kita sendiri, sudahkah kita melakukan?:
• Investasi baik di sektor riil maupun sektor finansial?;
• Dalam melakukan investasi apakah kita sudah mengenal karakter profil resiko diri kita sendiri?, apakah kita termasuk dalam golongan konservatif, moderat atau agresif?

Demikian pembaca yang bijaksana, hal diatas adalah merupakan koridor pertama yang harus dilalui jika kita ingin merealisasikan pertumbuhan aset finansial secara signifikan. Untuk melakukannya wajib ada pengorbanan dari sisi keuangan. Pemasukan anda dibelanjakan dengan ketat demi masa depan keuangan yang lebih baik (bukankah anda ingin kaya kelak?).


Uang anda hanya untuk memenuhi kebutuhan rutin dan bukan keinginan rutin, sekali lagi bukan keinginan sehingga terjadi efisiensi minimal sebesar 10 persen dari pendapatan anda setiap bulannya. Dengan kalimat sederhana, pendapatan yang dapat digunakan hanya sebesar 90 persen.

Tahap 2 – Lakukan Investasi Bukan Spekulasi
Setelah kita sisihkan minimal 10 persen dari pendapatan maka langsung investasikan dana tersebut. Sesungguhnya ada batasan tipis antara investasi dan spekulasi, begitu tipisnya ‘benang’ ini sehingga sering kali seseorang tidak menyadari bahwa ia sedang terjerumus dalam spekulasi.

Untuk menghidarinya, berikut ini bisa dijadikan rambu atau pedoman agar kita tidak terjerumus dalam jurang ‘spekulasi’. Dalam melakukan investasi di sektor finansial seseorang wajib untuk:
• Menentukan jangka waktu investasi yakni:
o Jangka pendek <=1 tahun, potensi hasil investasi rendah;
o Jangka menegah 1 <= 3 tahun, potensi hasil investasi sedang;
o Jangka panjang > 3 tahun, potensi hasil investasi tinggi.

Untuk menentukan jangka waktu cukup dengan mengetahui tujuan investasinya, misal investasi untuk pendidikan tinggi anak (usia saat ini 12 tahun), maka dana pendidikan tersebut diperlukan 6 tahun dari sekarang, berarti investasi yang dilakukan jangka panjang, dan lain sebagainya.

Sebagai catatan penting:
o Potensi hasil investasi bukan merupakan jaminan, maksudnya adalah hasil investasi dapat berada diatas ataupun dibawah dari hasil yang direncanakan;
o Investasi bisa mengalami pertumbuhan yang besar, sedang maupun kecil bahkan tidak mustahil dapat mengalami kerugian, investasi sangat berhubungan dengan resiko. Nah untuk mengeliminir resiko kerugian maka penentuan jangka waktu investasi menjadi sangat wajib;
o Jika ada investasi yang menjanjikan tingkat imbal hasil secara fix atau tetap maka berhati-hatilah, biasanya iming-iming pengembalian yang sangat luar biasa besar setiap bulannya (agar menarik calon investor). Untuk diketahui bahwa investasi dimanapun tidak bisa menjanjikan tingkat pengembalian yang tetap, mengapa?, karena investasi berkorelasi langsung dengan resiko. Jadi semakin besar potensi tingkat pengembalian maka semakin besar pula potensi resikonya. Berdasarkan data biasanya investasi yang seperti ini dapat dengan cepat menggerus modal anda hingga habis, ludes.

• Alokasikan uang anda pada kendaraan yang tepat
Berbicara investasi di sektor finansial maka berdasarkan hasil riset secara empiris bahwa alokasi aset memegang peranan terbesar (sekitar 90 persen) dalam hal pertumbuhan hasil investasi, sisanya adalah rumor (kabar angin) dan momentum (saat masuk dan keluar investasi), nah kalau hasil riset investasi di sektor finansial sudah membuktikan demikian maka saatnya kita memilih kendaraan yang tepat untuk investasi kita.

Kami merekomendasikan sebagai pemula sebaiknya alokasikan investasi anda di intrumen Reksa Dana, mengapa demikian?, karena kendaraan investasi reksa dana memiliki ‘supir yang berlisensi’, ya bagaikan supir kendaraan ia memiliki ijin atau lisensi dari Bapepam sehingga kendaraan tersebut relatif aman, asalkan kita tepat memilih kendaraan tersebut, nah bagaimana caranya?

Berikut adalah tahapan yang kami ilustrasikan untuk seorang investor reksa dana pemula:

lustrasi Tabel Alokasi Investasi untuk Investor
Jangka waktu
Tenor investasi
Saran kendaraan investasi
Bobot atas alokasi kendaraan investasi (%)
Konservatif
Moderat
Agresif
Jangka pendek
<= 1 Thn
Reksa Dana Pasar Uang (RDPU)
80
50
40
Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)
20
45
50
Reksa Dana Campuran (RDC)
0
5
10
Jangka menegah
1 <= 3 Thn
Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT)
60
40
0
Reksa Dana Campuran (RDC)
40
60
100
Jangka panjang
> 3 Thn
Reksa Dana Campuran (RDC)
60
50
0
Reksa Dana Saham (RDS)
40
50
100


Catatan penting:                  
Tabel ini hanya ilustrasi untuk pemula bukan merupakan keharusan        
Untuk lebih jelasnya silahkan melakukan konsultasi dengan Perencana Keuangan Anda     
 
Setelah kita mengetahui kisaran aset alokasi yang tepat, langkah selanjutnya adalah menentukan target pertumbuhan reksa dana, bagaimana caranya? Nantikan penjelasannya di artikel yang akan kami sajikan dalam waktu dekat.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More